Cuaca Ekstrem Bikin Warga Muara Muntai Basahi Atap Rumah

img

Sejumlah warga di Kecamatan Muara Muntai yang sedang menyirami atap rumah.

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Cuaca ekstrem membuat warga Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melakukan cara tak biasa untuk menghadapi panas yang menyengat.

Atap-atap rumah dibasahi menggunakan peralatan pemadam portabel agar suhu bangunan tetap terkendali sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran.

Pemandangan itu terlihat di sejumlah permukiman, dimana warga bergantian membasahi bagian atap rumah ketika panas terasa semakin menyengat.

Selain membantu menurunkan suhu permukaan atap, cara ini juga dapat mengurangi panas yang merambat ke dalam rumah dan menjadi langkah kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Camat Muara Muntai, Mulyadi mengatakan, fasilitas pemadam skala kecil tersedia di sejumlah lingkungan RT maupun kelompok masyarakat, peralatan tersebut kemudian dimanfaatkan warga untuk menjaga rumah di sekitar permukiman.

“Di desa itu ada damkar kecil yang dimiliki oleh lingkungan RT atau kelompok-kelompok masyarakat. Mereka melakukan penyiraman rumah-rumah warga yang ada di sekitar wilayah masing-masing,” ujarnya pada Poskotakaltimnews pada Selasa (18/8/2026).

Kegiatan itu dilakukan di Muara Muntai Ulu, Muara Muntai Ilir, Kayu Batu dan beberapa desa lainnya.

Ia menyebut, warga saling membantu membasahi rumah masing-masing untuk mengurangi panas yang terasa pada bagian atap.

“Alhamdulillah, untuk Muara Muntai sendiri upaya-upaya itu sudah dilakukan bersama masyarakat. Mereka saling membantu menyiram rumah masing-masing sehingga mengurangi panas yang ada di atap rumah,” terangnya.

Ia berharap kebersamaan warga dalam melakukan langkah pencegahan dapat membantu menjaga permukiman tetap aman selama kondisi panas berlangsung.

“Kita berdoa saja bersama kawan-kawan, mudah-mudahan nanti tidak terjadi hal lain yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Upaya serupa juga dilakukan petugas pemadam kebakaran di tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, membenarkan adanya kegiatan penyiraman rumah.

“Ada. Di setiap kegiatan, masing-masing pos rutin melaporkan melalui grup kami,” ujarnya.

Menurutnya, penyemprotan atap menjadi salah satu langkah yang dilakukan petugas untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi panas, terutama pada rumah yang menggunakan material sirap atau kayu.

“Apa yang bisa mereka lakukan hari ini untuk memberikan rasa tenang dan aman kepada warga, itu kami lakukan. Misalnya melakukan penyemprotan di atap-atap rumah warga, khususnya rumah yang masih menggunakan sirap atau kayu,” ucapnya.

Ia menyebut, pembasahan atap membantu mengurangi dampak suhu panas yang masuk ke dalam rumah. Kegiatan tersebut dilakukan oleh pos Damkar di kecamatan sesuai kondisi di lapangan.

“Dengan kondisi panas seperti sekarang, penyiraman itu bisa mengurangi dampak suhu udara panas di dalam rumah. Jadi kalau dilakukan oleh teman-teman pos Damkar di kecamatan, kami bantu dan itu rutin dilaporkan,” pungkasnya. (kriz)